Engkau jalan...
Menapaki terjalnya jalan...
Dagingmu semakin tipis...
Hanya tulang dan kulit...
Engkau tetap semangat...
Ribuan kilo engkau tapaki...
Ribuan orang engkau hadapi...
Dengan senyuman...
Memikul beratnya harapan...
Demi uang...
Untuk memberi sesuap nasi...
Aku tahu engkau lelah...
Namun engkau tak bisa...
Tak bisa berpaling dari dunia gelap ini...
Tetaplah semangat pak...
Mengejar asa...
Semoga Tuhan menyertaimu selalu...
Amien...
22 November 2014 16.47
Puisi ini diinspirasi oleh bapak penjual tahu isi. Meskipun ia sudah tua namun ia selalu semangat memikulnya. Ia berjalan jauh dari rumahnya menuju kota. Semoga ia di beri rezeki selalu. Amien.



0 komentar:
Posting Komentar
Boleh comment asal:
No Sara, No Pornografi, No Promosi.
Go Internet Sehat