Welcome

Sejarah tidak akan cukup untuk mencatat tulisan kita, namun sejarah mampu mengenang apa yang kita tulis bermanfaat bagi orang lain (Ahmad Safril Annur)

Semangat penjual tahu.

Sabtu, 22 November 2014


Engkau jalan...
Menapaki terjalnya jalan...
Dagingmu semakin tipis...
Hanya tulang dan kulit...
Engkau tetap semangat... 
Ribuan kilo engkau tapaki...
Ribuan orang engkau hadapi...
Dengan senyuman...

Memikul beratnya harapan...

Demi uang...
Untuk memberi sesuap nasi...

Aku tahu engkau lelah...
Namun engkau tak bisa...
Tak bisa berpaling dari dunia gelap ini...
Tetaplah semangat pak...
Mengejar asa...
Semoga Tuhan menyertaimu selalu...
Amien...

22 November 2014 16.47
Puisi ini diinspirasi oleh bapak penjual tahu isi. Meskipun ia sudah tua namun ia selalu semangat memikulnya. Ia berjalan jauh dari rumahnya menuju kota. Semoga ia di beri rezeki selalu. Amien.



0 komentar:

Posting Komentar

Boleh comment asal:
No Sara, No Pornografi, No Promosi.
Go Internet Sehat