Welcome

Sejarah tidak akan cukup untuk mencatat tulisan kita, namun sejarah mampu mengenang apa yang kita tulis bermanfaat bagi orang lain (Ahmad Safril Annur)

Supir Angkot dan Ilmunya

Sabtu, 22 November 2014



Hujan melanda kota jember. Saat ini waktunya untuk pulang. Saya pulang menaiki angkot jurusan Arjasa-Tawang Alun. Saat itu hanya ada dua penumpang yaitu saya dan seorang anak wanita yang menggunakan seragam SMP sedang menaiki di kursi depan. Beberapa saat kemudian terjadi percakapan.
Supir Angkot  : Kamu kelas berapa dek?
Anak wanita    : Kelas VII pak (Dengan Senyumnya).
Supir Angkot  : Enak ya dek, Adek bisa sekolah. Bapak tidak pernah sekolah. (Dengan Senyum)
Anak wanita    : Tapi kok tau uang pak?
Supir Angkot  : Itu naluri dek (Dengan bercanda), Kok malam dek pulangnya?
Anak wanita    : Iya pak tadi mengerjakan tugas biologi.
Supir Angkot  : Biologinya nyampek pelajaran apa dek?
Anak wanita    : Nyampek pelajaran plankton pak.
Supir Angkot  : Owh tau bedanya fitoplankton dan zooplankton dek?
Anak wanita    : (Sedang memikirkan pertanyaan itu).
Supir Angkot  : Kelamaan dek (Menegur Anak tersebut). Fitoplankton itu yang kayak tumbuhan.  Klo zooplankton yang kayak hewan.
Anak wanita    : Ia pak, Kok tau? Katanya bapak gak sekolah.
Supir Angkot  : Iya tau dek. Kalau matematikanya sampai mana?
Anak wanita    : Sampai Aljabar pak.
Supir Angkot  : Siapa penemu Aljabar dek?
Anak wanita    :Gak tau pak.
Supir Angkot  : Penemunya itu al-Khwarizmi.
Anak wanita    : Kok tau lagi pak? Katanya gak sekolah.
Supir Angkot  : Iya tau lah dek.
Lalu mereka melanjutkan pembicaraannya. Dan akupun turun dari angkot itu dan memberikan uang lebih banyak dari sebelumnya. Aku tak tahu bahwa ia benar tidak sekolah, atau seorang guru yang bekerja juga sebagai supir angkot, atau ia pernah bersekolah. Namun aku memberi uang lebih karena aku menghargai bahwa meskipun ia supir angkot dan sudah tua namun ia tidak melupakan ilmunya.
Satu pesan yang saya dapat dari kisah ini.
Jangan pernah melupakan sebuah ilmu, karena semua ilmu itu penting” dan “Jangan memandang seseorang dari pekerjaannya”.
Ini kisah nyata yang saya alami beberapa hari kemarin.

0 komentar:

Posting Komentar

Boleh comment asal:
No Sara, No Pornografi, No Promosi.
Go Internet Sehat